Aktivitas Utama Pada Perusahaan II Perti Asia II

Business Practice 4 STIMIK ASIA MALANG


PERBEDAAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR, RETAIL , DAN JASA


Perusahaan Dibagi Menjadi Beberapa
1.Manufaktur
2.Retail
3.Jasa

Perbedaan  :

Manufaktur : Best Practice
suatu industri yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi

Retail        :Medium Practice
suatu perusahaan Yang melakukan Transaksi Jual Beli
Sebagai Contoh : Indomaret Alfamaret

Jasa         : Medium Practice
Suatu perusahaan Yang Bergerak Dibidang Jasa
contoh : Tki jne ,Pos ,Pengacara

Mari kita bahas yang pertama

Manufaktur
Method yang Digunakan Pada Perusahaan manufaktur ::
Ada delapan pemborosan yang didentifikasikan dalam Total Production System (TPS) dan selalu terus menerus dicari untuk dikeluarkan dari prosesnya, yaitu:

1. Produksi berlebih (over-production)->fitur, packaging, cetak laporan
2. Waktu menunggu -> mesin rusak, persetujuan, 
3. Transport yang tidak diperlukan-> pindah material, dokumen
4. Pemprosesan berlebih (inefficient processes) -> entry  data berulang, alat sudah tidak memadai,  
5. Inventori berlebih -> produksi tidak sesuai permintaan
6. Gerakan yang tidak diperlukan mencari informasi, menata barang, berjalan foto copy
7. Produk defect

8. Kreativitas karyawan yang tidak digunakan

Dalam TPS dikenal adanya istilah 3M (Muda, Mura, Muri) yang harus dihilangkan. 
- MUDA artinya aktifitas yang mubazir atau tidak memberikan nilai 
  tambah. 
- MURA artinya melakukan pekerjaan tidak sesuai prosedur atau 
  semrawut. 
- MURI artinya bekerja tidak sesuai beban seharusnya.

Karateristik
1. Ada proses pengolahan bahan baku (row material, 
    barang dalam proses) menjadi produk
    KSF: Pemilihan bahan, manajemen kualitas, EPE

2. Setiap work station akan mengkonsumsi biaya
    KSF: Mengerjakan aktivitas yang bernilai tambah

3. Revenue ditentukan oleh “Keunggulan kompetitif” 
    perusahaan dalam menghasilkan produk

    KSF: Kapasitas dan jumlah produk yang diproduksi


Contoh Simulasi Produksi


Retail

Karakteristik Industri Retail
1. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali
    KSF: Delivery In Full On Time Error Free (DIFOTEF) -> Persediaan

2. Kesuksesan perusahaan ditentukan oleh distribusi
    KSF: Coverage, Spreading, dan Penetrasi (CSP); Display, Biz 
     Inteligen

3. Revenue ditentukan oleh “saluran distribusi” 
    yang digunakan perusahaan
    KSF: Struktur, Sistem, dan Strateg distribusii


Kriteria Pemilihan Saluran Distribusi
1. Memiliki jaringan distribusi yang luas.
2. Memiliki kapasitas keuangan
3. Memiliki armada pengiriman dan penjualan
4. Memiliki cakupan area yang luas
5. Memiliki pengalaman dalam mendistribusikan 
    produk sejenis
6. Memiliki tingkat layanan yang baik
7. Mempunyai kemampuan, reputasi dan sejarah prestasi 
    perantara yang baik


Jasa

Karakteristik Industri Retail
1. Perusahaan menjual jasa pelayanan (bukan barang)
    KSF: fisik, reliabilitas, responsibility, jaminan, dan empathy.

2. Kesuksesan perusahaan ditentukan oleh kualitas 
    layanan yang diterima pelanggan
    KSF: ekspektasi harus sama dengan realisasi

3. Revenue ditentukan oleh “people” yang digunakan 
    perusahaan
    KSF: Kepuasan karyawan






Pengisi tamu kuliah 
Dr. David Sukardi Kodrat, MM., CPM
Written 
Dian Rahmadi Putra
Kuliah
STIMIK ASIA MALANG

0 komentar:

Posting Komentar